Senin, 10 September 2012

Daftar Pustaka Tesis Intrapreneurship pd Mhs Pasca Sarjana UMI Makassar


All about reading, everithing about reading, easy bisnis, free bisnis, semua tentang baca.


DAFTAR PUSTAKA

Akurinto, Suharsimi, 1998, Manajemen Penelitian, Cetakan ke 4, Jakarta, Rineka Cipta.

Alma, Buchari, 2007, Kewirausahaan, Edisi Revisi, Bandung, Penerbit Alfabeta,.

Ancok, Djamaludin, (1989), Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian, dalam Masri Singarimbun dan Sofian Efendi, Metode Penelitian Survey,Jakarta, LP3ES.

Andrew, Andy. 2004. The Traveler's Gift: Tujuh Keputusan yang Membawa Anda Menuju Keberhasilan Pribadi. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Ary Ginanjar Agustian, 2004, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, Jakarta, Penerbit Arga.

Bambang Trisno M. 2011, Intrapneurship, Modul 4 Pusat pengembangan Bahan Ajar Universitas mercu Buana http://www.google.co.id/search?q=99012-4-426834342862&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

Buletin Kewirausahaan Program Magister Manajemen Universitas Pajajaran Bandung

Bygrave, William D. 1994. The Portable MBA in Entrepreneurship. Singapore : John Wiley and Sons, Inc.

Cabral, Regis, 1998, Refining the Cabral-Dahab Science Park Management Paradigm, International Journal of Technology Management   Issue:  Volume 16, Number 8 / 1998   Pages:  813 – 818


Braiker, Harriet B. 2005. Life is Yours: Mematahkan Jerat-jerat Manipulatif dan Meraih Kembali Kendali Hidup Anda. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Dale, A. Timpe, 2002, “Seri Manajemen Sumber Daya Manusia, Kreativitas”, Cetakan ke 5, Jakarta, Elex Media Computindo.

Daniels, Aubrey C. 2005. Maximum Performance: Sistem Motivasi Terbaik bagi Kinerja Karyawan. Jakarta; Bhuana Ilmu Populer.

Drucker, Peter.F. 1986. Innovation and Etrepreneurship. London: Heinemann. Edisi Indonesia. Jakarta : Gramedia.

Ferdinand, A., 2002, Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro, Semarang.

Froggatt, Wayne. 2004. Choose to be Happy: Panduan Membentuk Sikap Rasional dan Realistik. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Greer, Charles R. 1995 Strategy and Human Resources: a General Managerial Perspective. New Jersey: Prentice Hall.

Grigg, T., 1994, Adopting an entrepreuneurial approach in universities, J. Eng. Technol. Manage. 1 1, 273-298.

Harefa, Andrias, 2009, Inovasi-Kewirausahaan: Mengukur “Bakat” Kewirausahaan Anda http://www.andrias harefa.com/inovasi-kewirausahaan-mengukur-bakat-kewirausahaan-anda/2009/03

Hisrich, R.D. & Peters. M.P. 1992. Entrepreneurship. Starting. Developing. and Managing A New Entreprise. New York. Richcard D. Irwin. Inc.

Holt, David K., Management Principle and Practices, Prentice Hall Inc. Englewood Clifs., N.J. 1993.

How, Lim. 2005. Seeds of Personal Victory: Meraih Kesuksesan dalam Bisnis dan Kehidupan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Indrawan, Rully, 2004, Ekonomi Koperasi (Idiologi, Teori, Dan Praktek Berkoperasi), Bandung, Lemlit Universitas Pasundan.



Idris, Azwar, 2010,“Bagaimana Menumbuh Kembangkan Intrapreneur Pemula Dikalangan Pendidik Education Manager LP3I, Palembang. http://azwaridris.blogspot.com/2007/12/bagaimana-menumbuh-kembangkan.html

Ira Paramarti Yuyun Wirasasmita Yunizar, 2010, Pengaruh Jiwa Intrapreneurship Karyawan Dan Budaya Organisasi Terhadap Produktivitas di PT. AARTI JAYA, Buletin Manajemen Kewirausahaan


Irianto, Yoyon Bahtiar. 2006. Materi Perkuliahan Kewirausahaan dan Pemasaran Pendidikan. Bandung: Lab Adpend FIP IKIP Bandung.

Iskandar, Dadang, 2009, Peran analisis factor konfirmatori dalam pengujian validitas dan realibiltas (Model Pengukuran proses pembelajaran Institut Manajemen Telkom), Jurnal Ekono Insentif Kopwil4

Jay, Ros. 2005. Get What You Want at Work: Mengambil Langkah Cerdas dalam Pengembangan Karier. Jakarta: Bhuana ilmu Populer.
Kao, J.J., 1991, The Entrepreuneur, New Jersey, Prentice Hall, p20.

Kuratko and Hodgetts. 1989. Entrepreneurship A Contemporary Approach. New York : The Driden Press.

 Kasali, Rhenald (2010). MYELIN. Jakarta: PT. Gramedia

Kasmir, 2007, Kewirausahaan, PT RajaGrafindo Perkasa, Jakarta.

Kuncoro, Mudrajad, 2003, Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi : Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis?, Jakarta, Erlangga.

Lupiyoadi, R., & Jero W. (1998). Cara Mudah Menjadi Wirausaha. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI

Lupiyoadi, Rambat, 2004, Entrepreneur: From Mindset to Strategy, Jakarta, Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Lessem, Ronnie. 1992. Intra Usaha Analisis Pribadi Pengusaha Sukses. .Jakarta: Pustaka Binaman Prasendo.

Lloyd E. & Shefsky, dalam bukunya yang berjudul ”Entrepreneurs are Made Not Born”, dalam Astamoen, (2005 : 51)

Longenecker, Justin G., 2001, Kewirausahaan: manajemen usaha kecil,  
Jakarta
, Salemba Empat.
 
Martua Silaban, 2010, Pelajaran Kewirausahaan http://martuasilaban.wordpress.com/2010/01/15/pelajaran-kewirausahaan/ diakses 15 Juli 2011

Meredith, G.G., Nelson, R.E., Neck, P.A., 1 996, Kewirausahaan: Teori dan Praktek, Jakarta, PT Pustaka Binaman

Mulyaningsih, Hendrati Dwi, 2009, Pengaruh kompetensi Kewirausahaan dan Pendapingan Usaha Terhadap kinerja Usaha Mustahik (Studi Pada Rumah Zakat Indonesia di Kota Bandung), Tesis tidak dipublikasikan, Bandung, Universitas Islam Bandung.

Masykur,  Wiratmo, 1994, Kewirausahaan: Jakarta, Seri diktat kuliah, Gunadarma,.

Mas'ud, & Mahmud Machfoedz, 2004, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.Pressindo.

Meredith, G.G. 1996. Kewirausahaan Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.

Merrill, Mike. 2005. Dare to Lead: Strategi Kreatif 50 Top CEO untuk Meraih Kesuksesan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Mueller, Daniel J.,1986, Measuring Social Attitude, New York: Columbia University.

Mujiarto, dan Aliaras Wahid, 2006, Membangun karakter dan Kepribadian Kewirausahaan, Jakarta Barat, Graha Ilmu.

Naila M Tazkiyyah,2010 Pendekatan Intrapreneurship dalam Mewujudkan Birokrasi Positif
                   http://www.mediaindonesia.com/webtorial/klh/?ar_id=Njk2MA==http://westaction.org/definitions/def entrepreneurship 1.html yang diakses pada tanggal 13 Januari 2006 diakses 1 November 2011

Osborne, David & Peter Plastrik. 2000. Memangkas Birokrasi: Lima Strategi Menuju Pemerintahan Wirausaha Terjemahan Ramelan Abdul Rosyid. Jakarta: PPM.

Prawirakusumo, Soeharto, 1997, Peranan Perguruan Tinggi Dalam Menciptakan Wirausaha-Wirausaha Tangguh. Makalah Seminar, Jatinangor Bandung, PIBI-IKOPIN & FNSt.

Pinchot, Gifford. 1985. Intrapreneuring : Why You Don’t Have to Leave the Corporation to Become an Entrepreneur. New York : Harper and Row.

Percy, Ian. 2003. Going Deep: Menjelajahi Kedalaman Spiritualitas dalam Hidup dan Kepemimpinan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Pengembangan Semangat Kewirausahaan Dan Inovasi, , 2005, Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta http://ppp.ugm.ac.id/wp-content/uploads/pengembangansemangatkewirausahaan.pdf diakses 1 november2011

Rivai, Veithzal, dan Ella Jauvani Sagala, 2010, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan”, Cetakan ke 3, Jakarta, Rajawali Pers.

Ropke, Johen, 1995, Kewirausahaan Koperasi, Jatinangor Bandung, UPT IKOPIN.

Sarwono, Weda, 2001, Pengaruh Karateristik entrepreneurial karyawan terhadap kinerja organisasi pada devisi Riset Teknologi Informasi PT. Telkom, Tesis tidak dipublikasikan, Bandung, Universitas Pajajaran.

Siagian, Salim, 1999, Peranan Kewirausahaan Pengembangan Koperasi, Usahawan No. 07 THXXVIII Juli.

Singarimbun, Masri dan Sopyan Effendi (1999). “Metode Penelitian Survey” Jakarta. Cetakan Pertama. LP3ES,.

Sugiono, 2004, Statistik untuk Penelitian, Bandung. CV. Alfabeta

Sumarto, Hetifah Sj. 2003. Inovasi. Partisipasi dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipatif di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor.

Suparman, Sumahamijaya. 1980. Membina Sikap Mental Wiraswasta. Jakarta: Gunung Jati.

Suryana, 2001, Kewirausahaan, Jakarta, Penerbit Salemba Empat.

Suryana, Yuyus dan Kartib Bayu, 2010, Pendekatan Karakteristik Wirausaha Sukses, Jakarta, Kharisma Utama Putra.

Susanto, A.B., 2010, Intrapreneurship, Betti Alisjahbana Dan Semangat Intrapreneurship http://www.jakartaconsulting.com/art-13-14.htm

Soesarsono, 2002, Pengantar Kewirausahaan, Buku I, Jurusan Teknologi Industri IPB, Bogor.

Timpe. A. Dale.1988. The Art and Science of Business Management Performance. Kend Publishing Inc.

Triton, PB., 2007, Entrepreneurship : Kiat Sukses Menjadi Pengusaha, Yogyakarta, Tugu Publisher.

Trisno, M. Bambang, Modul Kewirausahaan-E-Learning, Pusat Pengembangan Bahan Ajar-Universitas Mercu Buana.

Turner, Suzanne. 2005. Tools for Success: Acuan Konsep Manajemen bagi Manajer dan Praktisi Lainnya. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.


Warshaw, M., 1994, The Entrepreuneural Mind, Success, April, 48.

Winardi, J., 2008, Entrepreneur & Entrepreneurship, Edisi 1 Cet. Ke3, Jakarta, Fajar Intrapratama Offset.

Winarno, Bondan dalam bukunya “ Seratus Kiat Jurus Bisnis “Labels: BONDAN WINARNO Diakses 11 Oktober 2011

Wirasasmita, Yuyun, 1994, Buku Pegangan Kewirausahaan, Bandung, UPT-Penerbit IKOPIN.

Zohar, Danah & Ian Marshal. 2006. Spiritual Capital: Memberdayakan SQ di Dunia Bisnis. Bandung: Mizan.

Zulfadil, 2006, Pengaruh Pencapaian Manajemen Strategik Terhadap Intensitas Intrapreneuship Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Koperasi, desertasi ilmu ekonomi tidak dipublikasikan, Bandung, Universitas Pajajaran.

Ziman, J., 1991, A neural net model of innovation, science and public policy, Viewpoint 18(1), 65-75.

Zimmerer, Thomas. W and Norman M. Scarborough, 2010, Essentials of Entrepreneurship and Small business Management, New Jersey : Prentice-Hall.

Kamis, 06 September 2012

analisa data lisrel


All about reading, everithing about reading, easy bisnis, free bisnis, semua tentang baca.

Kesulitan dengan SPSS / LISREL ? olah data ? analisa data ? Hub 081355873070 ,-

Kami membantu dan melayani jasa olah dan analisa data kuantitatif (statistik) untuk penelitian skripsi, tesis dan disertasi serta privat/coaching dengan menggunakan aplikasi SPSS, dan LISREL terutama untuk keperluan antara lain : Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hub kami di 081355873070 email : lisrelstatistik@gmail.com

Minggu, 08 Juli 2012

Lisrel, the dream come true

All about reading, everithing about reading, easy bisnis, free bisnis, semua tentang baca.
 
https://lh4.googleusercontent.com/-YNvkJak5n0s/TxL_hEG9IcI/AAAAAAAAANE/Yr5gvUd39oM/s1600/lisrel_small.jpg
LISREL. Linear Structural Relationship populer dikenal dengan Lisrel pada awalnya Lisrel merupakan sebuah nama model persamaan struktural yang dikembangkan oleh Karl Joreskog (1973). Pada tahap selanjutnya dikembangkan software computer yang mendukungnya oleh Joreskog dan Sorbom.

Software Lisrel yang pertama kali tersedia untuk publik adalah Lisrel versi 3 yang dipublikasikan pada tahun 1975. Pada Lisrel versi 8 mulai diperkenalkan bahasa pemrograman SIMPLIS yang lebih user friendly dibandingkan bahasa LISREL. Lisrel sekarang sudah sampai versi 8.8, meskipun secara pribadi, saya masih berkutat dengan dengan versi trial dan versi 8.7.

Lisrel adalah satu-satunya program SEM yang paling banyak digunakan dan dipublikasikan pada berbagai jurnal ilmiah pada berbagai disiplin ilmu.

Menurut Jurnal Information System Research, penggunaan SEM dengan LISREL adalah sekitar 15% dari seluruh riset berbasis hubungan struktural, dibandingkan total penggunaan EQS dan AMOS, yang hanya sekitar 3%.

Di samping itu, pada Jurnal Management Information System Quaterly, penggunaan LISREL adalah 13% sedangkan yang masuk kategori lain-lain (AMOS dan EQS) hanya sekitar 3%. 

Dari hal tersebut, maka disimpulkan bahwa LISREL adalah satu-satunya program SEM yang tercanggih dan yang dapat mengestimasi berbagai masalah SEM yang bahkan nyaris tidak mungkin dapat dilakukan oleh program lain, seperti AMOS, EQS, dan lain sebagainya. Di samping itu, LISREL merupakan program yang paling informatif dalam menyajikan hasil-hasil statistik. Anda dapat mencobanya versi free trial atau free student.

Bila sudah memiliki versi free trial atau free student anda dapat inbox pertanyaan dan langsung akan kami jawab, selamat mencoba. The dream come true......pengalaman berkutat dengan lisrel yang mendorong saya ingin berbagi, bagi anda yang berlokasi di Cileunyi Bandung dan sekitarnya gampang deh diajarinnya.

Sabtu, 24 Maret 2012

Pengertian Kewirausahaan (entrepreneurship)

All about reading, everithing about reading, easy bisnis, free bisnis, semua tentang baca.

B. Pengertian Kewirausahaan (entrepreneurship)
Secara harfiah penggalan kata usaha dalam istilah kewirausahaan itu lebih berkonotasi effort atau upaya, sehingga tidak dapat dikonotasikan sebagai bisnis belaka. Jiwa dan semangat kewirausahaan bukan hanya milik para pengusaha (business-man) saja, melainkan juga milik para profesional dan peran apa saja dalam berbagai fungsi yang berbeda, apakah itu profesi guru/dosen, murid/mahasiswa, dokter, tentara, polisi, dan sebagainya.
Secara etimologi, perkataan kewirausahaan (entrepreneur) berasal dari kata entrependre (bahasa Prancis) atau to undertake (bahasa Inggris) yang berarti melakukan. Dengan demikian, kewirausahaan bukanlah bakat dari lahir atau milik etnis/suku tertentu. Kewirausahaan bukanlah mitos, melainkan realistik atau konstruk yang dapat dipelajari melalui proses pembelajaran, pelatihan, simulasi, dan magang secara intens.
Kewirausahaan merupakan padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa inggris. Kata entrepreneurship sendiri berawal dari bahasa Prancis yaitu entreprende yang berarti petualang, pencipta dan pengelola usaha. Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantilon (1755).
Secara terminologi, David E. Rye dalam bukunya The Vest-Pocket Entrepreneur (1996), mempresentasikan kewirausahaan sebagai pengetahuan terapan dari konsep dan teknik manajerial yang disertai risiko dalam mentransformasi sumberdaya menjadi output yang memiliki nilai tambah tinggi (value added).
Entrepreneurship juga dapat diartikan sebagai the backbone of economy, yaitu syaraf pusat perekonomian atau tailbone of economic, yaitu pengendali ekonomi suatu bangsa (Soeharto Prawirakusumo 1997:1). Secara epistimologi, kewirausahaan merupakan suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (inovative).
Hisrich-Peter (2005:535) menyatakan: Intrapreneurship is one method for stimulating and then capitalizing on individual in an organization who think that something can be done differently and better. Menurutnya kewirausahaan adalah suatu metoda mengstimulasi individu di dalam organisasi yang mempunyai pemikiran bahwa dia dapat melakukan sesuatu yang tampil beda dan hasil yang lebih baik.
P. Drucker (1996:20) menyatakan bahwa kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan suatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).
Entrepreneurship is the process of doing something new (creative) and something different (innovative) for the purpose of creating wealth for the individual adding value to society. An entrepreneur is a person who undertakes a wealth creating and value-adding process, through incubating ideas assembling resources and making things happen.Zimmerer (2004:4), mengidentifikasi ciri-ciri wirausaha yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan adalah: (1) menyukai tanggung jawab, (2) lebih menyukai risiko menengah, (3) keyakinan atas kemampuan mereka untuk berhasil, (4) hasrat untuk mendapatkan umpan balik langsung, (5) tingkat energi yang tinggi, (6) orientasi kedepan, (7) keterampilan mengorganisasi, (8) menilai prestasi lebih tinggi dari pada uang.
Salim Siagian, (1999:6), menyatakan kewirausahaan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang. Memperoleh keuntungan untuk diri sendiri atau pelayanan yang baik pada pelanggan/masyarakat, dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien melalui keberanian mengambil risiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.
Ropke (1995:49), menyatakan bahwa kinerja kewirausahaan merupakan fungsi insentif sebagai implementasi dari penghargaan sosial atau hak bertindak, kemampuan dan lingkungan eksternal, kemampuan berkaitan langsung dengan faktor diri antara lain kreativitas, inisiatif dan kepercayaan diri. Sementara Rully Indrawan (2004:105), Sikap wirausaha adalah kesediaan mental seseorang untuk merespon baik positif, negatif maupun netral terhadap suatu peluang usaha. Sedangkan sikap yang harus ada dalam jiwa seorang wirausaha adalah kreativitas, inisiatif, dan percaya diri.
Kao (1996) dalam Rambat Lupiyoadi (2004:3), menyebut kewirausahaan sebagai suatu proses. Yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat seuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi), tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedangkan wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan atau kekayaan dan nilai tambah, melalui peneloran dan penetasan gagasan, memadukan sumber daya dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan.
Dari pengertian-pengertian tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bawa kewirausahaan merupakan suatu proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang yang muncul di pasar kehidupan. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input-output yang lebih produktif dan bermakna.
Dengan demikian, tentunya kita mengharapkan motivasi kewirausahaan dapat membudaya dan menjadi salah satu konsep perekonomian nasional. Kewirausahaan memiliki potensi tersebut ditandai oleh beberapa keunggulan komparatif (comparative advantages) dibandingkan dengan konglomerasi. 

Daftar Pustaka
 

BAB II E-BUSINESS GLOBAL : BAGAIMANA BISNIS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI

All about reading, everithing about reading, easy bisnis, free bisnis, semua tentang baca.
BAB II E-BUSINESS GLOBAL : BAGAIMANA BISNIS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI
1. PROSES BISNIS DAN SISTEM INFORMASI
Agar dapat beroperasi, bisnis harus berhubungan dengan banyak bagian yang berbeda dari informasi mengenai pemasok, pelanggan, karyawan, tagihan dan pembayaran, dan tentu saja produk dan jasa mereka.
Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk mengelola seluruh informasinya, membuat keputusan yang lebih baik, dan meningkatkan pelaksanaan proses bisnis mereka.
A. PROSES BISNIS
Sistem informasi adalah proses meningkatkan bisnis yang terletak pada inti bisnis. Proses bisnis mengacu kepada metode dimana pekerjaan dikelola, dikoordinasikan, dan difokuskan untuk memproduksi produk atau jasa yang bernilai.
Proses bisnis adalah arus kerja dari bahan baku, informasi dan pengetahuan seperangkat aktifitas. Proses bisnis juga mengacu kepada cara unik dimana manajemen untuk memilih mengoordinasikan pekerjaan.
Salah satu tujuan utama dari sistem informasi adalah untuk memungkinkan proses bisnis yang sangat efisien. Kinerja perusahaan tergantung kepada seberapa baik proses bisnis dirancang dan dikoordinasikan.
Banyak proses bisnis yang terikat dengan wilayah fungsional tertentu. Contohnya pada wilayah fungsional keuangan dan akuntansi, proses bisnisnya meliputi membayar kreditor, membuat laporan keuangan, dan mengelola akun kas. Keseluruhan proses tersebut membutuhkan sistem informasi untuk menjadi lebih efisien.
Contoh kongkrit, hampir semua bisnis memiliki cara untuk mempekerjakan karyawannya. Proses mempekerjakan karyawan inilah yang disebut dengan proses bisnis dalam pengertian bahwa hal ini adalah seperangkat aktivitas yang digunakan perusahaan untuk mempekerjakan karyawan baru.
Lebih jauh lagi, kinerja perusahaan tergantung kepada seberapa baik proses bisnisdirancang dan dikoordinasikan. Banyak proses Bisnis yang terkait dengan wilayah fungsional tertentu, sebagai contoh, fungsi penjualan dan pemasaran akan bertanggungjawab untuk mempekerjakan karyawan.
Contoh Proses Bisnis Fungsional
Wilayah Fungsional Proses Bisnis
Manufaktur dan Produksi Menggabungkan Produk
Mengecek Kualitas
Membuat tagihan Bahan Baku
Penjualan dan pemasaran Mengenali Pelanggan
Membuat pelanggan sadar akan produk
Menjual produk
Keuangan dan akutansi Membayar Kreditor
Membuat laporan keuangan
Mengeola Akun kas
Sumber daya Manusia Mempekerjakan Pelanggan
Mengevaluasi Kinerja pekerjaan karyawan
Melibatkan karyawan pada rencana manfaat
B. BAGAIMANA TEKNOLOGI INFORMASI DAPAT MENINGKATKAN PROSES BISNIS : EFESIENSI DAN PERUBAHAN
Bagaimana tepatnya sistem informasi meningkatkan proses bisnis? Dua cara yang utama adalah : meningkatkan efesiensi proses yang telah ada dan memungkinkan keseluruhan proses baru yang memungkinkan merubah bisnis. Dengan kata lain, informasi dapat memungkinkan secara keseluruhan proses bisnis yang baru. Informasi bahkan dapat mengubah cara bisnis bekerja dan mendorong model bisnis yang sepenuhnya baru. Karena itu mengapa sangat penting untuk memerhatikan proses bisnis, baik pada kelas sisitem informasi.
Cara utama sistem informasi meningkatkan proses bisnis adalah meningkatkan efesiensi proses yang telah ada dan memungkinkan keseluruhan proses baru yang memungkinkan merubah bisnis.
Sistem informasi mengotomatiskan banyak tahap pada proses bisnisyang sebelumnya dilakukan secara manual. Teknologi baru dapat mengubah arus informasi, menggantikan langkah berurutan dengan tugas yang dapat dilakukan bersamaan secara paralel, dan menghilangkan penundaan pada pembuatan keputusan. Informasi dapat mengubah cara bisnis bekerja dan mendorong model bisnis yang sepenuhnya baru.
Dengan melakukan analsis proses bisnis kita dapat mengerti bagaimana untuk mengubah bisnis agar menjadi lebih efisien atau efektif.
2. JENIS SISTEM INFORMASI BISNIS
Bisnis memliki 10 atau bahkan ratusan proses bisnis yang berbeda, karena terdapat orang-orang, keahlian, dan tingkatan yang berbeda pada organisasi.
Melihat pada seluruh sistem yang berbeda dari dua sudut pandang yaitu sudut pandang fungsional yang mengenali sistem berdasarkan fungsi bisnis utama, dan sudut pandang pilihan yang mengenali sistem sebagai kelompok organisasi utama yang dilayaninya.
A. SISTEM DARI SUDUT PANDANG FUNGSIONAL
Sistem fungsional adalah jenis pertama sistem yang dikembangkan oleh perusahaan bisnis. Sistem ini terletak pada departemen khusus, seperti akuntansi, pemasaran dan penjualan, produksi, dan sumber daya manusia.
Contoh sistem informasi penjualan dan pemasaran yaitu sistem pemrosesan pesanan dengan gambaran memasukkan, memproses dan melacak pesanan. Dengan kelompok yang dilayani adalah manajemen operasional dan karyawan.
B. SISTEM PENJUALAN DAN PEMASARAN
Fungsi penjualan dan pemasaran bertanggung jawab dalam menjual produk atau jasa organisasi. Pemasaran mengenali pelanggan produk atau jasa perusahaan, menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan, merencanakan dan mengembangkan produk, dan mengiklankan serta mempromosikan produk dan jasa tersebut. Penjualan berkaitan dengan menghubungi pelanggan, menjual produk dan jasa, mengambil pesanan, dan melanjutkan penjualan.
Sistem penjualan dan pemasaran membantu manajemen senior untuk mengawasi pergerakan yang mempengaruhi produk baru dan kesempatan penjualan, mendukung perencanaan untuk produk dan jasa yang baru, dan mengawasi kinerja pesaing.
Sistem penjualan dan pemasaran membantu manajemen menengah dengan mendukung penelitian pasardan dengan menganalisis kampanye periklanan dan promosi, keputusan penetapan harga, dan kinerja penjualan.
Contoh sistem informasi penjualan yaitu sistem menangkap data penjualan pada saat penjualan terjadi guna membantu perusahaan mengawasi transaksi penjualan dan menyediakan informasi untuk membantu manajemen menganalisa tren penjualan dan efektivitas kampanye pemasaran.
C. SISTEM MANUFAKTUR DAN PRODUKSI
Sistem manufaktur dan produksi berhubungan dengan perencanaan, pengembangan dan pemeliharaan fasilitas produksi, penetapan sasaran produksi, dan penjadwalan peralatan, fasilitas, bahan baku, dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membentuk produk akhir.
Kebanyakan sistem manufaktur dan produksi menggunakan sejenis sistem persediaan. Sistem membuat laporan yang memberikan informasi mengenai hal-hal seperti jumlah setiap barang yang tersedia, jumlah unit dari setiap barang untuk dipesan kembali, atau barang pada persediaan yang harus diisi kembali. Sehingga perusahaan dapat menggunakan formula untuk menghitung kuantitas yang paling tidak mahal untuk dipesan kembali yang disebut dengan jumlah pemesanan ekonomis (economic order quantity).
D. SISTEM KEUANGAN DAN AKUNTANSI
Fungsi keuangan bertanggung jawab mengelola asset keuangan perusahaan seperti uang tunai, obligasi dan investasi lainnya untuk memaksimalkan pengembalian atas asset ini.
Fungsi akuntansi bertanggung jawab menjaga dan mengelola catatan keuangan perusahaan –penerimaan, pembayaran, depresiasi, penggajian- untuk menghitung arus dana dalam perusahaan.
Manajemen senior menggunakan sistem keuangan dan akuntansi untuk menetapkan sasaran investasi jangka panjang untuk perusahaan dan untuk memberikan peramalan jangka panjang mengenai kinerja keuangan perusahaan. Manajemen tingkat menengah menggunakan sistem keuangan dan akuntansi untuk mengamati dan mengendalikan sumber daya keuangan perusahaan.
E. SISTEM SUMBER DAYA MANUSIA
Fungsi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja perusahaan. Sistem infomasi sumber daya manusia mendukung aktifitas seperti mengenali karyawan potensial, menjaga catatan lengkap mengenai karyawan yang ada, dan menciptakan program untuk mengembangkan bakat dan keahlian karyawan.
Sistem sumber daya manusia membantu manajemen senior mengenali kebutuhan sumber daya manusia untuk memenuhi rencana bisnis jangka panjang perusahaan. Manajemen tingkat menengah menggunkan sisitem ini untuk memonitor dan menganalisis perekrutan, penempatan dan kompensasi karyawan.
G. SISTEM DARI SUDUT PANDANG KONSTITUEN
Sistem dari sudut pandang konstituen , merupakan sudut pandang yang memeriksa sistem dalam bentuk beragam tingkatan manajemen dan jenis keputusan yang didukungnya. Sertiap tingkatan memiliki kebutuhan informasi yang berbeda sesuai dengan tanggung jawab yang berbeda. Dan masing-masing dapat dilihat sebagai pilihan informasi utama.
1)SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI
Sebuah Sistem Pemrosesan Transaksi (TPS) adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti memasukkan pesanan penjualan, pemesanan hotel, penggajian, pencatatan karyawan, dan pengiriman.
Tujuan utama sistem ini adalah unuk menjawab pertanyaan rutindan untuk melacak arus transaksi yang melalui organisasi. Manajer membutuhkan TPS untuk memonitor status operasi internal dan hubungan perusahaan dengan lingkungan eksternal.
2)SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merangkum dan melaporkan operasi dasar perusahaan menggunakan data yang disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi. Data transaksi dasar dari TPS dipadatkan dan biasanya disajikan pada laporan yang dibuat berdasarkan jadwal yang teratur. SIM menyediakan laporan kinerja terbaru perusahaan kepada manejer tingkat menengah Informasi ini digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan bisnis dan memperediksi kinerja masa depan. SIM merangkum dan melaporkan operasi dasar perusahaan menggunakan data yang disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi.
Sistem Pendukung Keputusan (ESS) menunjang pembuatan keputusan yang tidak rutin untuk manajemen tingkat menengah. Sistem ini berfokus pada masalah yang unik dan cepat berubah, dimana prosedur untuk mendapatkan solusi belum tentu ditentukan sebelumnya.
Sistem Pendukung Eksekutif
Sistem pendukung keputusan (ESS) membantu manajemen senior membuat keputusan ini. ESS menangani keputusan tidak rutin yang membutuhkan evaluasi, dan pendekatan karena tidak terdapat prosedur yang disetujui untuk mencapai solusi. ESS menyediakan perhitungan umum dan kapasitas komunikasi yang dapat diterapkan pada berbagai perubahan masalah.
ESS dirancang untuk menggabungkan data tentang kejadian eksternal, seperti hokum pajak yang baru atau pesaing, tetapi system ini juga menggambarkan rangkuman informasi dari SIM dan DSS internal, system ini menyaring, memadatkan, dan melacak data penting, menampilkan data dengan kepentingan terbesar bagi manajer senior.
ESS menyajikan grafik dan data dari banyak sumber melalui batasan yang mudah digunakan oleh manajer senior. Sering kali informasi diantarkan kepada eksekutif senior melalui portal, yang menggunakan batasan web untuk menyajikan isi bisnis yang dipersonalisasi dan terintergrasi.
3. SISTEM YANG MELINGKUPI PERUSAHAAN
A. Aplikasi Perusahaan
Aplikasi perusahaan yang merupakan sistem yang melingkupi area fungsional, berfokus pada menjalankan proses bisnis di dalam proses bisnis, dan temasuk seluruh tingkatan manajemen. Aplikasi perusahaan membantu bisnis untuk menjadi lebih fleksibel dan produktuf dengan mengoordinasikan proses bisnis dengan lebih dekat dan mengintergrasikan sekelompok proses agar mereka berfokus pada pengelolaan sumber daya yang efisien dan pelayanan pelanggan.
Terdapat empat aplikasi perusahaan utama: sistem perusahaan, sistem manajemen rantai pasokan, sistem pengelolaan hubungan pelanggan, dan sistem pengelolaan pengetahuan. Setiap aplikasi perusahaan ini menyatukan seperangkat fungsi dan proses bisnis terkait untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.
B. Sistem Perusahaan
Sistem perusahaan (enterprise system), yang juga dikenal sebagai sistem perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planning – ERP), menyelesaikan masalah ini dengan mengumpulkan data dari beragam proses bisnis inti pada manufaktur produksi, keuangan, dan akutansi, penjualan dan pemasaran, dan sumber daya manusia dan menyimpan data pada penyimpanan data pusat tunggal. Hal ini memungkinkan bagi informasi yang sebelumnya terpecah pada sistem-sistem yang berbeda untuk dibagikan keseluruh perusahaan dan untuk bagian bisnis yang berbeda untuk bekerja lebih dekat lagi bersama.
C. Sistem Manajemen Rantai Pasokan
Sistem manajemen rantai pasokan ( supply chain management-SCM) membantu bisnis membangun hubungan dengan pemasok mereka. Sistem ini menyediakan inforamsi untuk membantu pemasok , prusahaan pembeli, distributor, dan perusahaan logistic untuk berbagi informasi mengenai pemesanan, produksi, tingkat persediaan, dan pengantara produk dan jasa agar mereka dapat mencari sumber, memproduksi, dn mengirimkan barang dan jasa dengan efisien.
Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan jumlah produk yang tepat dari sumber mereka menuju titik konsumsi dengan jumlah waktu tersingkat dan dengan biaya terendah.
D. Sistem Manajemen hubungan pelanggan
Sistem manajemen hubungan pelanggan ( costumer relationship management- CRM) membantu perusahaan mengelola hubungannya dengan pelanggan. Sistem CRM menyediakan informasi untuk mengkoordinasikan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dengan pelanggan dalam hal penjualan, pemasaran, dan pelayanan untuk mengoptimalkan pendapatan, kepuasan pelanggan, dan mempertahankan pelanggan. Informasi ini membantu perusahaqan menngenali, menarih dan mempertahankan pelanggan yang palinng menguntungkan: menyediakan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan yang ada: dan diharapkan meningkatkan penjualan.
E. Sistem Manajemen Pengetahuan
Sistem manajemen pengetahuan ( knowledge management system-KMS) memungkinkan organisasi untuk lebih baik dalam mengelola proses pemerolehan dan penerapan pengetahuan dan keahlian.
Sistem ini mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman relevan dalam perusahaan, dan membuatnya tersedia dimanapun dan kapanpun dibutuhkan untuk meningkatkan proses bisnis dan keputusan menejemen. Sistem ini juga menghubungkan perusahaan ke sumber pengetahuan eksternal.
4. INTRANET DAN EKSTRANET
Intranet dan ekstranet lebih merupakan dasar teknologi dibandingkan aplikasi tertentu, tetapi pantas disebutkan disini sebagai salah satu peralatan yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan integrasi dan untuk mempercepat arus informasi di dalam perusahaan, dan dengan pelanggan dan pemasok.
Intranet adalah jaringan internal yang dibangun dengan peralatan yang dan standard komunikasi yang sama dengan internet dan dibangun untuk distribusi informasisecara internal kepada karyawan, dan sebagai penyimpan kebijakan, program dan data perusahaan.
Ekstranet adalah intranet yang diperpanjang kepada pengguna yang diizinkan dluar perusahaan.
5. E-BUSINESS, E-COMMERCE, DAN E-GOVERNMENT
Bisnis elektronik, atau e-business, mengacu kepada penggunaan teknologi digital an internet untuk menjalankan proses bisnis utama pada perusahaan. E-business termasuk aktifitas untuk pengelolaan internal perusahaan dan untuk koordinasi dengan pemasok dan rekan bisnis lainnya. Hal ini juga termasuk perdagangan elektronik, atau e-commerce.
E-comerce adalah bagian dari e-business yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui internet. Hal ini juga meliputi aktivitas yang menunjang transaksi pasar tersebut, seperti periklanan, pemasran, dukungan pelanggan, keamanan, pengiriman dan pembayaran.
Teknologi yang berhubungan dengan e-business juga telah membawa perusahaan serupa pada sector public. Pemerintah pada setiap tingkat pengguna teknologi internet untuk menyampaikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat, karyawan, dan bisnis yang bekerja pada mereka.
E-government mengacu kepada aplikasi internet dan teknologi jaringan untuk secara digital memungkinkan hubungan pemerintah dan agen sector public dengan masyarakat, bisnis dan perpanjangan pemerintah lainnya. Selain untuk meningkatkan pelayanan pemerintah , e-government dapat membuat operasi pemerintah lebih evisien dan juga memberdayakan masyarakat dengan memberdayakan masyarakat dengan memberikan mereka akses yang lebih mudah keinformasi dan kemampuan untuk berhubungan secara elektronik dengan masyarakat lainnya.
6. FUNGSI SISTEM INFORMASI PADA BISNIS
A. Departemen Sistem informasi
Departemen Sistem Informasi (information system department) adalah unit organisasi formal yang bertanggung jawab atas jasa teknologi informasi. Departemen sistem informasi bertanggung jawab untuk memelihara peranti keras, peranti linak, menyimpan data dan jaringan yang mengatur infrastruktur teknologi informasi perusahaan.
Departemen sistem informasi terdiri atas specialis, seperti programmer (programmer) analis sistem, pemimpin proyek, dan manajer sistem informasi sistem.
Programmer adalah specialis teknik yang sangat terlatih yang menulus intruksi peranti lunak untuk computer. Analis sistem (system analyst) termasuk penghubung utama antara kelompok sistem informasi dengan seluruh organisasi.merupakan pekerjaan analis sistem untuk menerjemahkan masalah dan persyaratan bisnis menjadi kebutuhan informasi dan sistem.
Manajer sistem informasi ( information system manager ) adalah pemimpin tim programmer dan analis, manajer proyek, manajer fasilitas fisik manajer telekomunikasi dan specialis data.manajer ini juga merupakan pengelola staf pengoperasian komputer dan staf yang memasukkan data juga spesialis eksternal.
Pada banyak perusahaan departemen sistem informasi dikepalai oleh direktur informasi (chief information officer-CIO). CIO adalah manajer senior yang mengawasi penggunaan teknologi pada perusahaan.
Pengguna akhir (End user) adalah perwakilan-perwakilan departemen diluar kelompok sistem informasi, dan aplikasi dikembangkan untuk pengguna akhir.
7. PRAKTIK APLIKASI SIM
Proyek pada bagian ini memberikan anda pengalamna langsung menganalisis data keuangan dan penjualan perusahaan untuk menilai kinerja bisnis dan profitabilitas, menggunakan spreadsheet untuk meningkatkan pembuatan keputusan pemasok, dan mengunakan peranti lunak internet untuk merencanakan rute transportasi yang efisien.
• Menganalisis Kinerja Keuangan
• Memperbaiki Proses Pengambilan Keputusan : Menggunakan Spreadsheet untuk memilih Pemasok
• Mencapai Keunggulan Operasional : Penggunaan Peranti Lunak Internet Untuk Merencanakan Rute Transportasi Yang Efisien
Daftar Pustaka
Kenneth P. Laudon/Jane P. Laudon, 2009. Sistem Informasi Manajemen (mengelola perusahaan digital)” Salemba Empat, Edisi 10, Jakarta
Maria Ulfa, http://upe1989.blogspot.com/